Dulu, aku selalu memendam rasa, ketika sedih aku berkata bahwa hidupku sangat beruntung maka aku tak boleh sedih, ketika marah aku berkata aku harus menjadi pribadi yang sabar maka aku tak boleh marah, ketika lelah aku berkata bahwa itu adalah kemalasan, aku harus semangat. Namun nyatanya rasa tak pernah bisa dibuat dan tak pernah bisa dihilangkan begitu saja.

Itulah kenapa ia dinamakan perasaan, untuk dapat diraba di dalam hati. Kamu berhak untuk merasakan apa yang kamu rasa, namun setelah itu jangan lupa untuk dievaluasi, apakah benar rasa yang kamu rasakan itu sudah tepat ? Karena rasa sering menipu.

Picture Credit

Advertisements
Posted by:Tria Dara Barlian

04:07 we can start to send out messages in a bottle, we can sing, write poetry, produce books, and blogs activities, stemming from the realization that people around us won't ever fully get us, but that others separated across time and space might.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.