Halo, kalau selama ini saya hampir selalu review makanan orang, kali ini saya mau review rendang a.k.a kalio hasil kreasi mama dan saya. Sebagai Suku Minangkabau a.k.a Urang Minang (Sumatera Barat), kami biasa membuat kalio, untuk dijadikan lauk di rumah jika tidak sempat masak. Proses memasaknya cukup panjang, hampir 4 jam. Rendang biasanya dimasak di atas tungku kayu karena rasa bumbunya akan lebih meresap ke daging dibandingkan di masak di atas kompor, dan jika masak di dapur tentu akan berantakan sekali karena minyak kelapa yang dihasilkan dari memasak kalio akan meletup-letup keluar dari kuali. Jadi sangat disarankan untuk memasak rendang di luar ruangan. Kami biasanya memulai masak sehabis waktu sholat Ashar, agar cuaca tidak terlalu panas.

Lalu bagaimana hasilnya : Tadaa, ini dia hasilnya. Sengaja di masak tidak terlalu hitam, karena nanti dalam proses pemanasan setiap minggunya, rendang akan menghitam sendiri. Dan keluarga saya lebih prefer untuk memakan kalio daripada rendang. Hehe. There’s something about it, karena santannya lebih berasa, masih berlemak. Lebih enak jika disuguhi nasi yang baru dimasak. I personally prefer makan rendang buatan rumah daripada rendang di rumah makan padang. Dan sebagai Urang Minang saya bangga rendang termasuk ke dalam World’s 50 best foods. Dan senang dong, karena memperoleh urutan nomor 1 hasil pilihan seluruh dunia.

Proses memasaknya berpeluh keringat, karena posisi kita yang sangat dekat dengan tunggku karena harus mengaduk santannya setiap beberapa saat agar tidak pecah santannya. Jadi jangan lupa untuk minum untuk menghindari dehidrasi. Proses memasak rendang memakan waktu hampir 4 jam, maka perbandingan daging dan santannya, adalah setiap 1 Kg daging dibutuhkan 2 Kg Santan. Kemarin kami memasak 2.5 Kg daging maka dibutuhkan 5 Kg Santan. Jangan lupa, rendang juga bisa dimasak bersama kentang kecil-kecil. Ohya tips lainnya adalah rendang dimasak dengan api yang kecil agar santannya tidak cepat menguap dan dapat membuat rasa bumbu lebih meresap ke dalam daging.

 
Advertisements
Posted by:Tria Dara Barlian

04:07 we can start to send out messages in a bottle, we can sing, write poetry, produce books, and blogs activities, stemming from the realization that people around us won't ever fully get us, but that others separated across time and space might.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.