Gimana rasanya menginap di Bandara? – Digital Airport Hotel Soetta

Hai, Saya mau share cerita Saya yang terpaksa harus menginap di Bandara Soekarno-Hatta, jadwal keberangkatan yang diawal pagi hari dan jarak tempat tinggal saya yang jauh membuat Saya harus menginap di Digital Airport Hotel. Ini merupakan pertama kali saya berkesempatan untuk menginap di hotel kapsul. Walaupun sudah beberapa kali melihat youtuber jepang menampilkan suasana menginap di hotel kapsul awalnya saya sempat ragu, tempat sekecil itu, bercampur dengan orang lain, apakah akan nyaman? Apalagi kamar mandinya berada di luar lingkungan kapsul. Saya tiba di hotel pukul 19:48 WIB, setelah dibuat mutar-mutar karena instruksi yang diterima kurang jelas dari Mba Reseptionist. Saya yang sudah masuk ruang tunggu bandara terpaksa keluar lagi karena hotelnya berada diluar. Sempat mau menyerah dengan luasnya Soetta. Finally ketemu, hal ini terjadi karena Saya nanya, “Hotelnya di gate berapa Mba? ke mba-mba reseptionist nya via telepon, di gate 5 Mba, turun ke bawah satu lantai jawabnya. Kan kemudian orang-orang yang Saya tanya bingung, mereka berkata bahwa gate 5 itu dibagian kedatangan, sedangkan saya di keberangkatan. Mba harus keluar lagi. Untung saya bertanya untuk kali ke dua, ternyata hotelnya di bawah lift di ujung bagian keberangkatan. Mba nya dan Saya beda persepsi soal gate. Yang dimaksud Mba nya gate itu sebenarnya nomor pintu masuk di bagian keberangkatan. Sedangkan maksud gate dalam pertanyaan saya adalah pintu masuk untuk boarding. Karena dua-duanya sama-sama turun satu lantai hehe.

Ketika akhirnya Saya sampai di hotel, nuansanya penuh dengan warna biru, me likey. Terus kan langsung katrok, baru sekali nyobain hotel kapsul. Tempatnya mini dan bersih, sangat simpel. Kapsul-kapsulnya terbuat dari blok-blok plastik, perkiraan saya ada sekitar 50-60 kapsul di sini. Saya sempat bertanya ke Mba Reseptionistnya, “Mba ini yang cewe dan cowo ruangannya terpisah ga ya?” Sayang sekali tidak. But no worries, sepertinya hotel tersebut jarang full boked, dan masing-masing tenant di letakkan berjauhan satu sama lain. Saya dapat di kapsul yang bagian bawah. Semua pintu dan loker dibuka dengan menggunakan magnet dikartu yang diberikan, insya Allah aman. Berhubungan saya bawa dua tas, tas ransel dan koper mini, koper mininya di titipkan ke Mba Reseptionist karena ga muat di loker. Fasilitas yang didapatkan benar-benar minimalis, bantal, selimut, kasur tipis, sendal, handuk, TV, headset untuk TV (jadi suara TV tidak menganggu kamar tetangga sebelah), air botol, dan loker. Loker saya literally di depan kamar hanya berjarak 0.5 Meter. Ohya, lampu di dalam kapsul juga dapat diatur tingkat keterangannya, apakah untuk membaca buku, menonton tv, maupun redup, atau bahkan gelap. Hanya saja setiap orang berubah posisi tidur, pasti akan berbunyi, karena kapsul nya terbuat dari plastik. Tapi jarang kok yang rusuh tidurnya saya dengar.

Secara keseluruhan apakah Saya menyukai menginap di hotel kapsul? I do and I don’t. Privasi yang kita miliki hanya benar-benar ketika akan tidur di dalam kapsul. Selebihnya kita harus makan di ruangan bersama serta mandi di toilet khusus yang disediakan hotel. Untungnya toiletnya terpisah. Namun saya salut dengan para tenant lainnya, kita bener-bener berusaha sedikit mungkin menghasilkan suara, buka pintu kapsul pelan-pelan, berjalan dengan langkah ringan, dan berbicara dengan suara yang kecil. Alhamdulillah toilet yang disediakan bersih, cuma agak sepi, karena hanya bisa diakses oleh orang-orang yang menginap di hotel. Ohya diawal pada saat check-in kita akan diminta untuk memberikan deposit sebesar Rp50.000,- Apakah harga hotel tersebut worth it? Pada saat itu saya mendapatkan harga Rp248.625,- sebenarnya bisa nginep di Airy Rooms, atau RedDoorz, cuma masalahnya nanti kita harus mengeluarkan biaya lagi untuk menuju Bandara, sehingga lebih banyak tempat stop-nya dan wasting time. Untuk pengalaman sekali seumur hidup, yes it was worth it.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: