Guilt Trip

Jadi Saya punya pengakuan yang mau diceritakan, dan ini sudah dari tahun 2017 terjadi. Well if you knew me, Saya suka banget memelihara ikan dan kura-kura. Kebiasaan itu dimulai sewaktu Saya kerja, karena Saya orangnya mudah bosenan, jadilah Saya pelihara ikan cupang di meja kerja untuk menghibur dan menghilangkan jenuh. Iya, bahkan dulu pernah punya aquarium berbentuk bola dengan oksigen di dalamnya haha (maafkan ya dulu yang pernah duduk seruangan dengan Saya), karena suaranya mengangggu. So anyway, ikan kesayangan saya akhirnya meninggalkan Saya terlebih dahulu, jadi Saya menitip ikan ke teman Saya yang sedang keluar makan siang, ternyata ikan yang Saya mau habis, lalu Saya malah ditawarkan untuk memelihara kura-kura oleh teman Saya. Dan tentu saja dong Saya iyakan.

Kura-kuranya gede, sudah sebesar telapak tangan. And I immediately falling for him/her. Sampai sekarang Saya ga tau jenis kelaminnya apa, yang penting lucu. Welp, karena badannya gede, ga mungkin Saya pelihara di aquarium rumah, karena jarak kura-kuranya untuk berenang tidak luas. Dengan berat hati Saya lepaskan di kolam belakang rumah. Kolam itu sebenarnya kolam kosong, karena ikan-ikannya sudah dipindahin oleh Papa. Paling hanya tinggal beberapa ikan-ikan kecil dan ditumbuhi oleh tanaman air. Airnya paling hanya setinggi betis kaki orang dewasa. Dan kura-kuranya langsung menyesuaikan hidupnya di dalam kolam, dan tinggal di dalam goa kecil di samping kolam. Namun disini Saya mulai merasa bersalah. Sempat kepikiran sama Saya di awal, sama siapa kura-kura tersebut akan tinggal, menghabiskan hari-harinya di sana. Saya selalu melihatnya sendirian berenang, mencari makan sendiri. Ok, Saya benar-benar merasa bersalah, ga tega melihatnya seorang diri.

Perasaan bersalah ini, Saya bawa sampai sekarang. Kalau Saya melihatnya muncul ke permukaan, Saya akan merasa sedih membayangkan dia hidup sebatang kara. Sempat kepikiran karena kolamnya kering di bulan kemarau, mau Saya bawa ke rumah biar kura-kuranya ga merasa kesepian. Tapi karena kura-kuranya gesit, ga pernah berhasil saya tangkap haha. Keponakan Saya juga cerita, ketika mereka melihat kura-kura Saya, bahwa mereka juga memelihara kura-kura di rumah, pemberian oleh tukang yang menemukannya. Sampai disini, Saya hanya tersenyum saja, tidak penasaran atau ingin melihatnya. Tiba-tiba beberapa bulan setelah cerita tersebut, keponakan Saya membawa kura-kura yang selama ini diceritakan. Ukurannya kira-kira sama dengan kura-kura Saya. Katanya mau dititip ke rumah karena suka makanin ikan di kolam rumah keponakan Saya.

Keadaannya sudah berlumut, Saya sikatin sampai badannya bersih semula. Terus Saya taruh lagi dalam ember yang dipakai untuk membawanya. Kesibukan mengurus ponakan membuat Saya melupakannya, sampai akhirnya dia bergerak-gerak menarik perhatian Saya. Lalu Saya bawa ke kolam belakang untuk dilepas. Dan dia langsung lari dong ke dasar air, pas Saya taruh dipinggir kolam. And I said, semoga kerasan ya tinggal disini. Keesokan harinya Saya sudah melihatnya bermain bersama kura-kura Saya, kura-kura Saya sudah tidak sendiri lagi. Yeay! Perasaan bersalah yang selama ini Saya rasakan akhirnya terangkat sudah. Sekarang mereka sering terlihat berdua, lucu bagaimana Saya memikirkan bahwa mereka dua kura-kura yang berasal dari tempat yang berbeda, end up di tempat yang sama. Selamat menghabiskan sisa umur kalian berdua ya kura-kura.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.